Mengenal Zaman Praaksara atau Prasejarah
Praaksara atau Prasejarah merupakan suatu kurun waktu yang terpanjang dalam sejarah umat manusia, yaitu sejak hadirnya manusia di bumi hingga ditemukannya pengetahuan tentang tulisan atau aksara yang menandai era sejarah.Penelitian di bidang prasejarah berupaya menjelaskan kehidupan manusia purba melalui peninggalan-peninggalan-pennggalan mereka.Peninggalan tersebut meliputi sisa-sisa tulang belulang manusia maupun benda-benda (artefak) yang pernah dibuat, dipakai, atau dibuang oleh mereka.Benda-benda alam seperti tulang hewan (ekofak), cangkang kerang, atau arang sisa pembakaran juga dipelajari untuk mengetahui bentuk interaksi antara manusia purba dengan alam sekitarnya.
Periode pertama dalam masa prasejarah adalah masa Paleolitik atau masa "mengumpulkan makanan".Disebut demikian karena manusia pada masa itu (sekitar satu juta tahun yang lampau)belum tinggal menetap,masih mengembara dari satu tempat ke tempat lain tanpa tujuan.Dalam pengembaraan dari satu wilayah ke wilayah lain itu mereka berburu dan mengumpulkan makanan yang disediakan alam untuk memenuhi kebutuhannya, seperti mengumpulkan buah-buahan, umbi-umbian dan sebagainya.Peralatan yang ditinggalkan adalah peralatan dari batu yang disebut kapak genggam.
Periode Mesolitik atau Epi-paleolitik atau masa"mengumpulkan makanan tingkat lanjut"dimulai pada akhir Zaman Es sekitar 10.000 tahun yang lampau.Dari masa ini, ditemukan berbagai artefak dari pemukiman-pemukiman yang berdiri di sepanjang pantai kuna di Selat Malaka dan gua-gua yang tersebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi,Flores dan Timor.Penduduk di pemukiman-pemukiman tepi pantai makan dan membuang cangkang kerang di dekat tempat tinggalnya hingga bukit kerang yang memfosil inilah yang disebut kjokkenmoddinge atau"sampah dapur". Peralatan sehari-hari yang digunakan adalah apa yang disebut"kapak Sumatra"atau sumatralith.
Periode Neolitik atau masa" bercocok tanam"mulai di Indonesia sekitar 1500 SM.Sebagian besar manusia yang hidup pada masa ini adalah ras dari Paleo-Mongoloid atau Mongoloid.Mereka tinggal menetap di sebuah perkampungan dengan cara hidup bertani(bercocok tanam). Indonesia mengenal dua jenis peralatan Neolitik, yaitu beliung yang persebarannya di bagian barat kepulauan dan kapak lonjong di bagian timur.
Zaman logam awal atau"masa perundagian"di Indonesia dimulai beberapa abad sebelum Masehi.Manusia memiliki kepandaian dalam hal melebur perunggu dan juga dapat membuat benda-benda dari besi.Teknik yang dikenal di Indonesia ini berasal dari budaya Dong Son di Tonkin (Vietnam). Kapak-kapak perunggu yang dibuat di Indonesia terdiri dari berbagai bentuk dan ukuran.Beberapa bentuk yang menarik adalah kapak"candrasa"yang ditemukan di Jawa, dan kapak-kapak upacara lain dari pulau Bali dan Roti. Artefak yang paling menarik dari masa ini adalah genderang perunggu yang amat besar, disebut"nekara". Akan tetapi ada genderang moko yang bentuknya tinggi dan ramping yang tentunya dibuat di Indonesia, karena ada sisa-sisa cetakan perunggu yang telah ditemukan di Bali. Nekara-nekara ini digunakan sebagai genderang perang dan untuk keperluan upacara keagamaan.
Komentar
Posting Komentar